Halo Sobat TURU! Kebanyakan dari kalian pasti pernah kan bermimpi jatuh dari ketinggian saat sedang tertidur. Kira-kira apa ya arti dari mimpi tersebut dan kenapa sangat sering terjadi? Apakah ada hubungannya dengan hal-hal mistis?

Ternyata ada penjelasan ilmiahnya yang dikenal dengan sebutan hypnic jerk

Wah, apa tuh? Yuk, kita bahas tentang hypnic jerk!

Hypnic Jerk adalah kondisi di mana tubuh mengalami sentakan atau kejang singkat saat tidur. Nah, sentakan tiba-tiba inilah yang biasanya kita rasakan seolah kita sedang mimpi jatuh dari ketinggian, sehingga kita merasa sering kaget saat tidur dan jantung berdebar serta ngos-ngosan. 

Otak kita punya yang namanya gelombang Theta dan gelombang Beta. Gelombang Theta adalah gelombang yang berfungsi untuk mengatur mimpi dan memberi inspirasi. Sedangkan gelombang Beta adalah gelombang yang muncul saat otak kita terlalu banyak pikiran. 

Ketika dua gelombang ini bertemu, mata kita terpejam namun dapat bergerak ke kanan dan kiri. Gerakan mata tadi menyebabkan seseorang bisa bermimpi, seperti mimpi melihat pemandangan di gunung atau mimpi bermain sepak bola.

Sayangnya, otak bisa salah menafsirkan gerakan mata. Dia mengira mimpi adalah kenyataan. Alhasil, otak mengirim sinyal ke otot untuk bergerak. Padahal, otot udah tidur bersama sistem saraf yang lain. Karena menerima sinyal, otot pun jadi kaget dan bergerak tiba-tiba. Di fase ini, kamu bisa saja merasakan sensasi jatuh dari puncak ketinggian. 

Kamu pun terbangun dengan nafas terengah-engah. Ada perasaan deg-degan bercampur panik. “Tadi beneran jatoh nggak sih?” Eh ternyata, badan kamu masih nempel di kasur.

Wah menarik juga ya! Kalau kalian sering mengalami hypnic jerk juga ga nih Sobat TURU? Oh ya kalau penasaran kenapa hypnic jerk bisa terjadi, simak di blog TURU besok ya