Halo Sobat TURU! Ada yang pernah dengar tentang obat tidur yang disebut melatonin? Beberapa orang yang mengalami kesulitan untuk tertidur di malam hari akan mengonsumsi obat tidur melatonin, bahkan bisa setiap malam. Namun, apakah obat melatonin ini terbukti aman untuk dikonsumsi secara rutin?

Melatonin merupakan hormon yang dihasilkan oleh otak di malam hari. Hormon ini berperan dalam pengaturan ritme sirkadian atau siklus bangun dan tidur, sehingga Anda lebih mudah terlelap di malam hari. Berkat hal tersebut, melatonin dalam bentuk suplemen kerap dipakai untuk mengatasi masalah sulit tidur.

Meski umumnya aman, efek samping melatonin bisa saja terjadi bila digunakan dalam jangka panjang atau dengan dosis yang tidak tepat. Alih-alih membuat tidur pulas, efeknya justru bisa mengganggu tidur.

Ketika mengonsumsi melatonin lebih dari dosis yang dianjurkan atau dalam jangka waktu panjang, seseorang bisa mengalami beberapa efek samping melatonin berikut ini:

  • Sakit kepala atau pusing
  • Mual
  • Kram perut
  • Bibir dan mulut kering
  • Kulit kering dan gatal
  • Nyeri otot
  • Mimpi buruk
  • Rasa kantuk berlebih di siang hari
  • Lebih sering buang air kecil
  • Sering mengompol pada anak-anak

Sementara itu, efek samping yang berat juga mungkin terjadi pada beberapa orang. Efeknya meliputi:

  • Tremor
  • Penurunan kualitas penglihatan
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Sensasi seperti akan pingsan
  • Kulit memar
  • Perdarahan
  • Urine berdarah
  • Kekambuhan psoriasis

Suplemen melatonin, terutama jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang, dapat mengganggu keseimbangan hormon dan mempengaruhi proses pubertas pada anak-anak, yang potensial menunda perkembangan tersebut. Penggunaan jangka panjang pada lanjut usia dapat menyebabkan efek samping seperti hipotermia dan penurunan tekanan darah. Penting untuk dicatat bahwa suplemen melatonin sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan beberapa jenis obat tertentu, karena dapat berinteraksi dan membahayakan kesehatan. Obat-obatan tersebut meliputi pengencer darah, obat diabetes, pengatur tekanan darah, kontrasepsi, antikonvulsan, dan imunosupresan. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mengkonsumsi suplemen melatonin tanpa saran medis untuk mencegah kemungkinan efek samping.

Sebelum menggunakan melatonin sebagai bantuan tidur, disarankan untuk membentuk kebiasaan tidur yang sehat terlebih dahulu, seperti menggunakan kasur yang berkualitas dan sesuai kebutuhan, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dengan meminimalkan sumber cahaya, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, dan mematikan perangkat elektronik sebelum tidur.

 

Jika masalah tidur tetap berlanjut dan melatonin dianggap sebagai pilihan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya, Sobat TURU! Melalui konsultasi ini, dokter dapat mengidentifikasi penyebab utama insomnia, dan jika diperlukan, meresepkan melatonin dengan dosis yang sesuai untuk mengurangi kemungkinan efek samping. Jangan sampai kalian mengonsumsi melatonin tanpa dosis yang tepat yaa