Halo Sobat TURU! Ketika merasa kelelahan di tengah kesibukan, tidur di kursi secara singkat bisa jadi pilihan untuk mengembalikan energi. Namun, sebenarnya tidur sembari duduk tidak selalu menguntungkan bagi kesehatan, lho!

 

Tidak hanya saat beristirahat di tengah pekerjaan, tidur dengan posisi duduk juga sering terjadi ketika sedang melakukan perjalanan jauh dengan mobil atau pesawat. Ada juga kondisi kesehatan tertentu yang membuat orang lebih nyaman tidur dalam posisi duduk.

 

Tidur dengan posisi duduk sendiri tidak sepenuhnya dilarang. Bahkan, dalam beberapa situasi, posisi ini dapat memberikan manfaat.

 

Misalnya, saat melakukan perjalanan, tidur dengan posisi duduk dapat membantu mengurangi rasa lelah atau saat ingin tidur sebentar di tengah pekerjaan untuk meningkatkan konsentrasi, fokus, dan mood.

 

Selain itu, tidur dengan posisi duduk juga disarankan bagi wanita setelah melahirkan. Ini merupakan alternatif posisi tidur yang dapat dilakukan selama 2 minggu setelah melahirkan sebelum akhirnya dapat tidur dengan nyaman di tempat tidur.

 

Selain itu, tidur dengan posisi duduk mungkin juga menjadi pilihan yang nyaman bagi orang yang mengalami obesitas, penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), atau sedang menjalani terapi fisik setelah operasi, seperti operasi bahu.

 

Meskipun begitu, tidur dengan posisi duduk tidak dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Selain bisa menyebabkan pegal-pegal, kebiasaan ini juga berisiko meningkatkan risiko terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT).

 

DVT adalah kondisi pembekuan darah yang terjadi karena kurangnya gerakan (imobilisasi) dalam jangka waktu yang lama.

 

DVT bisa menjadi masalah serius karena jika gumpalan darah terlepas dan menghambat pembuluh darah paru-paru, hal ini dapat menyebabkan emboli paru-paru. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan bernapas bahkan bisa berujung pada kematian.

 

Jadi, bagaimana ya bisa tidur sambil duduk dengan cara yang aman? Kita akan bahas di blog selanjutnya, so stay tuned ya, Sobat TURU!