Halo Sobat TURU! Apakah kamu tahu bahwa tidur dengan mata terbuka tidak hanya di kartun saja, tapi juga bisa terjadi di kehidupan beberapa orang?

 

Mungkin ada yang pernah memberitahumu bahwa kelopak mata kamu ternyata tidak menutup sepenuhnya saat kamu tidur, atau kamu tidur dengan satu mata terbuka. Atau kamu tersadar ketika bangun tidur mata terasa kering dan iritasi. Pelakunya bisa jadi adalah lagophthalmos nokturnal, suatu kondisi umum yang membuat salah satu atau kedua mata tidak bisa menutup saat tidur.

 

“Dalam kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan mata permanen,” kata spesialis pengobatan tidur Christen Cheuvront, CNP. Namun perawatan tersedia untuk melindungi matamu saat kamu tidur.

 

Haruskah kita memejamkan mata saat tidur?

Meski mengejutkan, banyak orang tidur dengan satu atau kedua mata terbuka.

 

“Para ahli tidak sepenuhnya yakin berapa banyak orang yang menderita lagophthalmos di malam hari,” kata Cheuvront. “Tapi menurut kami penyakit ini kurang terdiagnosis.” Hal ini karena, bagi kebanyakan orang dengan lagophthalmos nokturnal, bukaan kelopak mata cukup kecil — terkadang, sangat kecil sehingga, terutama bagi orang dengan bulu mata tebal, hal ini luput dari perhatian.

 

Namun paparan sekecil apa pun terhadap unsur-unsur tersebut selama tidur dapat berdampak pada struktur dan fungsi mata kita. Ini juga mendatangkan malapetaka pada jam internal, alias ritme sirkadian, yang sensitif terhadap cahaya.

 

Jadi, meskipun ini merupakan trik pesta tidur yang bagus, tidur dengan mata terbuka adalah sebuah masalah. Salah satu yang perlu diperbaiki sesegera mungkin.

 

Bisakah Kita mengetahui jika kita tidur dengan mata terbuka?

Tidur dengan mata terbuka mungkin jarang disadari karena otak mematikan fungsi penglihatan saat tidur. Kebanyakan orang mengetahui bahwa mereka menderita lagophthalmos nokturnal ketika orang lain melihat mereka tidur dengan mata terbuka.

 

Hal lain yang membuat kita dapat mengetahui jika kita tidur dengan mata terbuka adalah:

  • Mata kering dan terasa berpasir.
  • Iritasi atau rasa terbakar.
  • Kemerahan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.

Gejala tersebut disebabkan oleh permukaan mata yang mengering pada malam hari. Jika lapisan luar mata kita tidak lembab karena air mata, mata kita bisa tergores atau rusak.

Apakah kamu pernah mengalami kondisi Lagophthalmos Nokturnal, Sobat TURU? Kita akan bahas cara mengatasinya di blog selanjutnya ya, so stay tuned!